Tuhan, sudah sering kali aku
meminta padaMu
Agar Tuhan mengganti guru
sekolah mingguku
Jangan kirim padaku
seorang guru sekolah minggu
yang tidak siap
Jangan kirim padaku
seorang guru sekolah minggu
yang sering terlambat
Jangan kirim padaku
seorang guru sekolah minggu
yang ketus dan galak
Jangan kirim padaku
seorang guru sekolah minggu
yang tidak sayang padaku
Tapi kirim seorang guru
yang baik seperti Yesus
Tidak usah indah suaranya
namun ramah senyumnya
Tidak usah cantik parasnya
namun menarik pribadinya
Tidak usah tegap badannya
namun lembut hatinya
Tidak usah bagus bajunya
namun rendah hatinya
Tidak usah baik ceritanya
namun Kristus hidupnya
Agar ketika aku sedih aku
dapat menangis dipelukannya
Ketika aku gembira dapat
tertawa bersamanya
Ketika mama dan papa
berselisih aku dapat berdoa dengannya
Tuhan, aku ingin guru
sekolah minggu yang baik seperti Yesus
Doa itu memang ditujukan
untuk guru sekolah minggu atau pendidik anak. Bila Saudara tergolong dalam golongan
mereka, maka Saudara sebaiknya memperhatikan doa anak tersebut. Saya sengaja
menunjukkan kepada Saudara doa ini. Dan ini adalah ungkapan hati seorang anak
sekolah minggu yang ia tulis sendiri. Berapa banyak guru sekolah minggu yang
seperti Yesus: penuh kasih, lembut dan selalu “welcome” kepada semua
anak dari semua golongan? Berapa banyak guru sekolah minggu atau pendidik anak
yang dapat menjadi ‘sahabat’ bagi anak-anak? Ruth Laufer pernah berkata
bahwa bila perkataan dan pengajaran yang akan kita sampaikan ingin diterima
anak, maka yang pertama harus diterima anak adalah pribadi kita. Kalau anak
sudah tidak tertarik kepada kita, karena kita garang, suka marah, tidak lembut
dan tidak mengasihi mereka, maka jangan harap apa yang kita sampaikan akan diterima
mereka.
Saya harap setelah guru-guru sekolah minggu dan para
pendidik rohani anak membaca doa ini, mereka akan berubah dan lebih banyak
belajar dari kehidupan Yesus yang penuh kasih kepada semua anak, baik miskin
atau kaya. Yang rendah hati, lemah lembut dan selalu penuh perhatian kepada
kelompok yang lemah ini.
No comments:
Post a Comment